Awal Maret 2008
- Arsitek (Baskoro Tedjo) diundang untuk menghadiri rapat di Gedung Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Jakarta untuk memberikan masukan/alternatif desain PIM dari desain awal yang dibuat oleh Tim Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, berdasarkan Masterplan Trowulan Tahun 2007. Pertemuan dihadiri oleh: Bapak Soeroso, Bapak Bunce (Budpar) dan Bapak Bovananto.
- Saat itu Arsitek menyarankan untuk diadakan Sayembara Desain untuk Pusat Informasi Majapahit.
16 Maret 2008
- Arsitek diundang untuk survey site ke Trowulan dan bertemu dengan wakil dari Budpar, yaitu Bapak Made dan Bapak Soeroso.
5 Juni 2008
- Arsitek dan tim mempresentasikan ide awal alternatif desain PIM di Budpar yang juga dihadiri oleh wakil dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), ada informasi baru bahwa arsitek bukan mewakili IAI, tapi sebagai pribadi pemerhati budaya. Ide yang diangkat oleh arsitek adalah desain yang merespon keberadaan situs yang ada di bawah tanah (mengekspos situs). Sudah ada beberapa preseden situs di dunia yang menggunakan konsep seperti itu (klik untuk melihat preseden)
- Saat itu Arsitek mendapat masukan bahwa di lokasi site terdapat situs yang terkubur. Alternatif yang diusulkan oleh arsitek dan forum rapat ada dua, pertama: memindahkan lokasi bangunan atau kedua: membuat alternatif desain dengan memperhatikan lokasi situs. Arsitek juga mengusulkan kepada Budpar untuk menentukan di mana persisnya lokasi keberadaan situs, agar dapat dijadikan acuan desain.
Awal Juli 2008
- Arsitek memperbaiki ide desain awal dan tetap memberikan alternatif solusi. Solusi yang ditawarkan ialah utnuk melakukan penyelidikan terlebih dahulu pada site sebelum bangunan dibangun, untuk memperlihatkan lokasi situs arkeologis sehingga perusakan situs dapat dihindari (diminimalisasi). Apabila ini dilakukan desain dapat beradaptasi menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada di site.
21 Juli 2008
- Presentasi ide alternatif PIM di depan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata di Trowulan. Desain mengacu pada Masterplan Trowulan tahun 2007. Pada pertemuan tersebut forum menyarankan agar desain Pusat Informasi Majapahit baru, yang di desain oleh Baskoro Tedjo dan tim untuk dikembangkan.
3 Nopember 2008
- Peletakan batu pertama oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata di Trowulan.
26 Nopember 2008
- Arsitek (Baskoro Tedjo) berkunjung ke site dan kondisi di lapangan sudah dilakukan penggalian dan sudah terlihat adanya situs. Arsitek meminta kontraktor untuk menghentikan kegiatan konstruksi dan menyampaikan permintaan ini pada Bapak Made (Budpar) agar tidak terjadi kerusakan lebih lanjut, serta menghubungi Bapak Soeroso (Budpar) mengenai hal tersebut. Hal ini juga bisa dibaca di koran Tempo.
Awal Desember 2008
- Tim Evaluasi dari Budpar Jakarta berkunjung ke site dan meminta kembali penghentian konstruksi.
15 Desember 2008
- Tim Evaluasi kembali berkunjung ke site dan melihat pembangunan belum juga dihentikan dan mulailah terjadi polemik.
19 Desember 2008
- Dilakukan pertemuan di Kantor Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Jakarta, untuk membicarakan mengenai kondisi di Trowulan. Pertemuan ini dihadiri oleh pihak Budpar yang diwakili oleh Bapak Hari Untoro dan Bapak Soeroso, Tim Teknis Pembangunan Bapak Made, Pihak Perencana/Arsitek Arief Widjananto mewakili Baskoro Tedjo, serta Tim Evaluasi yang diwakili Prof. Mundardjito, Bapak Oesrifoel, dan Bapak Arya Abieta.
- Pada pertemuan ini dipaparkan kondisi lapangan yang ada. Dari pertemuan ini dihasilkan beberapa kesepakatan, dengan inti kesepakatan bahwa Pembangunan Pusat Informasi Majapahit akan tetap dilanjutkan di Trowulan dengan beberapa catatan keputusan:
- Proses pembangunan di lapangan ditunda. Kontraktor harus mengentikan seluruh kegiatan pembangunan. Kegiatan pembangunan boleh dilakukan lagi apabila sudah ada perintah dari BP3.
- Pihak perencana/arsitek akan meninjau ulang desainnya, akan menyesuaikan dengan kondisi situs di lapangan.
- Akan dibentuk tim pemantau kegiatan perencanaan dan pembangunan.
- Diusulkan pada tanggal 23 Desember 2008 akan dilakukan work session bersama-sama di lapangan (Trowulan) untuk dibangun. Perwakilan dari Budpar, Perencana/Arsitek, Arkeolog dan Kontraktor diwajibkan untuk hadir.
23 Desember 2008
- Pertemuan work session dilakukan dan dihadiri oleh Baskoro Tedjo, perwakilan Budpar Bapak Nguran dan Bapak Made, perwakilan dari PU Bapak Purwadi dan perwakilan dari Kontraktor.
- Rapat di lokasi memutuskan pekerjaan dihentikan. Kontraktor telah mencapai target 60% dan akan dilanjutkan dengan pemborong lain di tahun anggaran berikutnya.
4-5 Januari 2008
- Berita tentang Pusat Informasi Majapahit muncul di Koran Kompas dan menimbulkan polemik.
6 Januari 2009
- Menteri Budpar (Bapak Jero Wacik) mengentikan pembangunan Pusat Informasi Majapahit di Trowulan
8 Januari 2009
- Dilakukan rapat pembahasan pembangunan Pusat Informasi Majapahit di Ruang Sidang Lantai 11 Senayan. yang mengasilkan beberapa kesepakatan sebagai berikut:
- Pembangunan Pusat Informasi Majapahit di lokasi sekarang dihentikan dan dicari alternatif lokasi yang baru. Alternatif lokasi: Situs Sumur Upas.
- Perlu klarifikasi dari pemerintah (disampaikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata) kepada masyarakat terhadap situs Majapahit.
- Konsep pembangunan agar desain ulang dapat disesuaikan dengan kondisi situs.
- Situs yang terlanjur rusak diusulkan untuk dapat direhabilitasi dan diteliti kembali dengan melibatkan para ahli (PUSLITARKENAS, DIT PURBAKALA, BALAR YOGYAKARTA, BP3 JATIM, Perguruan Tinggi).
- Pembentukan tim untuk melakukan evaluasi terhadap Konsep Pusat Informasi Majapahit dan hasil pekerjaan. Tim terdiri dari ahli dari multi disiplin dan melibatkan juga berbagai pemangku kepentingan.
- Kepress 80 tentang Pengadaan Barang dan Jasa perlu ditinjau ulang terkait dengan masalah pemugaran BCB.
- Perlu segera dilakukan revisi Undang-Undang no. 5/1993 tentang BCB dan Undang-undang no. 28/2002 tentang Bangunan Gedung.
- Rapat ini dihadiri oleh:
- Pejabat Departemen Kebudayaan dan Pariwisata,staf ahli menteri
- Para Arkeolog UGM, Ir.
- 30 institusi yang memiliki kepedulian terhadap Situs Kerajaan Majapahit.
- Baskoro Tedjo dan Jimmy Purba (Arsitek)
Technorati Tags: baskoro tedjo
Technorati Tags: pusat informasi majapahit
Technorati Tags: majapahit park
Technorati Tags: trowulan
Technorati Tags: majapahit
[...] respon heptaDesain : o. desain trowulan o. kronologiPIM [...]
By: kerusakan situs majapahit sudah parah « Support Transparency on January 15, 2009
at 12:49 am
[...] Perwakilan IAI juga hadir dan memberi lampu hijau pada penunjukan Baskoro Tedjo sebagai arsitek, (lihat kronologis)walaupun tanpa melalui sayembara. Perwakilan IAI juga memberi masukan-masukan berharga pada desain [...]
By: Baskoro Tedjo dan Kontroversi Trowulan « H E P T A on January 19, 2009
at 6:10 am