Pusat Informasi Majapahit yang didesain oleh Baskoro Tedjo telah menjadi kontroversi yang sangat luas di masyarakat. Sayangnya karena terjadi salah publish data oleh Kompas, banyak yang menyangka desain Masterplan Majapahit 2007 di Kompas didesain oleh Baskoro Tedjo.
Di bawah ini akan diperlihatkan perbandingan antara Desain Masterplan Awal dengan Desain Baskoro Tedjo.
Perspektif Mata Burung di atas merupakan konsep Desain Awal. Sedangkan gambar di bawahnya ialah Desain dari Baskoro Tedjo. Baskoro Tedjo memberi alternatif desain dari Bangunan Tiga Lantai menjadi Bangunan Satu Lantai.
Bandingkan antara Desain awal bangunan joglo 3 lantai yang sangat dominan (titik pondasinya akan sangat banyak) dengan desain Baskoro Tedjo yang satu lantai dengan bangunan yang tersembunyi. Hanya berfungsi sebagai lanskap sehingga tidak dominan (menyaingi karya arsitektur Majapahit yang asli).
Gambar di atas Potongan Bangunan Tiga Lantai dari Desain Masterplan 2007. Gambar di bawahnya Desain alternatif dari Baskoro Tedjo. Secara logika bangunan tiga lantai pondasinya akan lebih merusak daripada bangunan satu lantai yang didesain oleh Baskoro Tedjo.
Untuk mengetahui kronologis keterlibatan Baskoro Tedjo dalam Pusat Informasi Majapahit klik disini
nice info, i hope sucesfully build on trowulan without demage majapahit archeology
By: mojo on January 14, 2009
at 2:17 pm
dari awal saya berpendapat arsitek belum tentu salah. dokumen desain awal saya punya dan saya tahu timnya dari mana dan itu pun belum tentu salah. dan benar seperti yang diutarakan arsitek baskoro tedjo desain tersebut bukan dari beliau. mungkin karena saya jarang baca koran dan saya juga kaget kok ada nama baskoro tedjo muncul sebagai arsitek.
btw, kapan pak main ke jambi lagi
By: Soni Pratomo on January 21, 2009
at 1:05 am
Terima Kasih Mas Soni. Juga atas komentarnya di milis IAI. Baskoro
By: heptadesain on January 21, 2009
at 4:52 am
Saya dukung pakBas..hehehe..
lama tak jumpa pak..mari pak
salam sejahtera..
By: argo on January 22, 2009
at 6:46 am
Konsep desain PIM di Trowulan, Jatim sgt menarik stlh sy m’ikuti pemaparannya di MTA Smg… Justru krn ada desain tsb jadi sy lbh tertarik ke Trowulan ketimbang ngga ada desainnya sama sekali.
Ntar sy kesana kalo desainnya sdh dilaksanakan saja.
Thx p.Tedjo yg tlh m’berikan sy pencerahan mengenai sebagian kecil dari arsitektur.
By: Bobby on January 26, 2009
at 7:26 am
jika melihat perbandingan antara masterplan awal dan masterplan nya pak baskoro,terlihat jelas perbedaan cara pandang terhadap pembangunan sebuah “culture park”, aspek lingkungan kawasan situs sejarah harusnya tidak tercemari oleh bentukan “palapa-palapa baru” yang sedemikian dominannya.
btw disain awal pak bas menurut saya lebih baik dan mengandung nilai “enviroment quality” yang tinggi.
sukses pak bas
By: john f.papilaya on February 2, 2009
at 6:59 pm
Smg konsep ini segera terealisasi..saya semakin bangga dengan adanya pemikiran seperti ini karena sejarah dan budaya bangsa ini hampir mencapai titik kulminasi bawah kepunahannya. Dengan adanya masterplan ini minimal menjadi pengharapan baru bagi orangtua, guru maupun masy krn banyak anak2 kita, murid2 kita tidak tahu sejarah bangsanya. Bravo pak bas!!
By: wiwin ayu is on February 8, 2009
at 8:40 am
desain pa bas, membuat saya ingin menarik diri u/ merenung, “bahwa hamparan hijau tetap lebih indah dari pada bangunan mentereng. dan saya lihat, “kosong itu indah untuk majapahit tetap jaya”. thanks
salam sukses…
By: boy brahmawanta on February 9, 2009
at 11:24 am